SI PRIA 'ES' - Aku kenal suami saat masih bekerja di sebuah perusahaan pembuat rambut palsu di kota ku. Kala itu aku sering melihatnya saat pulang dan pergi dari pabrik. Kudapati ia setiap sore dan pagi di halaman masjid. Entah tengah menyapu masjid ataupun mengajar anak-anak mengaji di masjid yang sama. Pemuda yang terlihat kalem itu juga menggelar dagangannya di siang hari saat jam istirahat pabrik. Tetap saja ia kalem, sedikit senyum, meski teman-teman wanita di pabrik iseng menggodanya. Dan tak kusangka, “Pria Es” begitu teman-teman pabrik menjulukinya, menjadi buah bibir di pabrik. Bahkan beberapa teman kerjaku, terang-terangan bersaing mendapatkan perhatian si “Pria Es”. Pagi dan sore mereka sengaja pulang pergi kerja lewat masjid tempat “Pria Es” mengajar ngaji. Padahal rumah mereka jelas-jelas berlawanan arah. Yang terlintas dalam benakku, mereka benar-benar membuang waktu dan kurang kerjaan. Hmm… aneh, sampai segitunya. Padahal mereka belum tentu memperoleh apa yang m...