Langsung ke konten utama

[KLIPING] SURGA DI TELAPAK KAKI IBU

PARADISE IS AT THE FEET OF MOTHERS


SURGA DI TELAPAK KAKI IBU - SUATU HARI Rasulullah Saw. sedang berkumpul bersama sahabatnya di masjid. Tiba-tiba datang seorang laki-laki dan mengatakan,

"Assalamu 'alaikum!" 

Rasulullah dan para sahabat spontan menjawab, "walaikumussalam wa rahmatullah!"

"Duhai Rasulullah, Abdullah bin Salam sakit keras dan sekarat menjemput maut. Dia memanggilmu!" kata lelaki itu. Mendengar itu Rasulullah langsung bangkit. 

"Bangkitlah kalian semua, mari kita tengok saudara kita!" ajak Rasulullah pada para sahabatnya. Sampai di sana Abdullah bin Salam terbaring tak berdaya, nafasnya tersengal-sengal. Melihat hal itu Rasulullah mendekat dan membimbing Alqamah untuk mengucapkan syahadat,"Abdullah, ayo ucapkan Lailahaillallah Muhammadurrasulullah!" Beliau mengucapkan kalimat itu pada telinga Abdullah bin Salam tiga kali. Tapi Abdullah bin Salam tidak bisa mengucapkannya. Mulutnya seperti terkunci.

"La haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil adhim!" kata Rasulullah Saw.

"Bilal, pergilah ke tempat istrinya dan tanyalan padanya apa yang telah diperbuat Alqamah selama di dunia dan apa pekerjaanya!" Perintah Rasul kepada Bilal. Bilal langsung pergi menemui istri Abdullah, istrinya mengatakan,"Selama hidup bersamanya aku tidak pernah dia meninggalakan shalat bersama Rasulullah. Hampir setiap hari ia memberikan sedekah. 

Tapi ia sedikit punya masalah dengan ibunya!" Bilal lalu kembali menemui Rasul dengan mengabarkan apa yang dikatakan isterinya.

Rasulullah langsung bersabda,"Bawalah ibunya kemari!"
Bilal langsung bergegas untuk menemui ibu Abdullah bin Salam. Sampai di sana ibunya bertanya,"Ada apa kau kemari?"

"Anakmu Abdullah sedang sekarat menjemput kematiannya. Aku datang kemari untuk meminta maaf atas kesalahan kalian berdua dan memperbaiki hubungan kalian,"kata Bilal.

"Aku tidak akan memaafkan kedurhakaannya. Ia telah menyakitiku. Aku tak akan memaafkannya di dunia maupun di akhirat!" jawab ibunya tegas.

Bilal lalu kembali menghadap Rasulullah dan menceritakan segala yang dikatakan ibu Abdullah bin Salam. Mendengar keterangan itu Rasulullah bersabda,"Umar, Ali, kalian berdua kembalilah ke tempat ibunya dan bawa dia kemari!"

Tanpa bicara kedua sahabat utama itu langsung bernagkat ke rumah ibu Abdullah bin Salam. Sampai di sana sang ibu bertanya,"Wahai Umar dan Ali, ada apa kau datang kemari?"

"Wahai Ibu, Rasulullah Saw. memanggilmu." Jawab Umar.

"Untuk apa beliau memanggilku." kata sang ibu.

"Nanti kau juga akan tahu, yang penting ikutlah kami menemui Rasulullah Saw." tukas Umar.

Mereka bertiga akhirnya sampai di hadapan Rasulullah Saw. yang berada di dekat Abdullah bin Salam yang sedang menanti detik-detik kematiannya. Rasulullah Saw. berkata, "Wahai Ibu, lihatlah anakmu yang sedang diambang kematian! Maafkanlah dia."

"Aku tidak akan memaafkannya, baik di dunia dan di akhirat." kata sang ibu.

"Maafkanlah. Apa kau tidak kasihan padanya, dia sampai tidak bisa mengucapkan dua kalimat syahadat!" kata Rasulullah.

"Bagaimana aku akan memaafkannya. Dia memukulku dan mengusirku dari rumahnya karena mementingkan istrinya."
Sang ibu bersikukuh tidak mau memaafkan dosa anaknya.

Lalu Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk mengumpulkan kayu bakar dan menumpuknya di samping Abdullah.

"Untuk apa Rasulullah?" tanya sang ibu.

"Untuk membakar anakmu! Karena kau tidak mau memaafkan dia." jawab Rasul.

Melihat anaknya akan dibakar hidup-hidup hati ibu Abdullah bin Salam akhirnya luluh.

"Baiklah, demi kebenaran risalahmu duhai Rasulullah, aku memaafkan segala kesalahan putraku!"

Setelah itu Rasulullah mendekati Abdullah bin Salam dan berkata,"Abdullah, ucapkanlah syahadat!"

Mulut Abdullah lalu berkomat-kamit dan mengucapkan dua kalimat syahadat dengan jelas. Setelah itu ruhnya berpisah dari tubuhnya.

"Inna lillahi wa ilaihi rajiun!" Ucap Rasulullah dan para sahabat. 

Setelah itu jenazah Abdullah dimandikan, dikafani, dan dishalati. Di masjid Rasulullah bersabda,"Wahai kaum muslimin sekalian, ingatlah, orang mementingkan istrinya dan menyia-nyiakan ibunya sehingga ibunya tidak ridha padanya akan terancam mati tidak bersyahadat."


HIKMAH:
Begitulah, betapa pentingnya berbakti pada kedua orangtua, terutama ibu yang telah susah payah mengandung dan merlahirkan ke dunia. Dalam sebuah hadis bahkan Rasulullah Saw. bersabda,"Surga berada di telapak kaki ibu."Kisah di atas berdasarkan hadis yang diriwayatkan sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Dalam riwayat yang lain nama sahabat yang wafat dan nyaris dibakar oleh Rasulullah Saw. itu adalah "Alqamah".


VIDEO ANIMASI

Sumber: Di Atas Sajadah Cinta
Sumber Video: Youtube

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG IPB: SEJARAH INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Tahap Embrional (1941-1963) TENTANG IPB: SEJARAH INSTITUT PERTANIAN BOGOR - Pada tanggal 1 September 2003 Institut Pertanian Bogor (IPB) genap berusia 40 tahun. Sejarah perkembangan IPB dimulai dari tahapan embrional (1941-1963), tahap pelahiran dan pertumbuhan (1963-1975), tahap pendewasaan (1975-2000), tahap implementasi otonomi IPB (2000-2005) dan menuju tahap IPB berbasis Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang akan dimulai pada tahun 2006. Pada tahun 2007 secara embrional IPB diharapkan siap manjadi universitas riset. Sejarah Kepemimpinan IPB dari masa ke masa adalah sebagai berikut : 1. Prof.Dr. Syarif Thayeb (Chairman of the Presidium of IPB 1963) 2. Prof.Dr.A.J. Darman (Chairman of the Presidium of IPB 1963) 3. Prof.Dr.Ir. Tb. Bachtiar Rifai (Rektor IPB 1964-1965) 4. Prof.Dr.Ir. Sajogyo (Rektor IPB 1965-1966) 5. Prof.Dr.j.h. Hutasoit (Chairman of the Presidium of IPB 1966) 6. Prof.Dr.Ir. Toyib Hadiwidjaja (Rektor IPB 1966-1971) 7. Prof,Dr.Ir. A.M. Satari (Rektor IPB 1971-1978) 8....

ADA JOKOWI DI SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA

ADA JOKOWI DI SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA   Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia Ir H. Joko Widodo lahir di Surakarta 21 Juni 1961, merupakan alumnus UGM. Sejak 15 Oktober, Jokowi menjabat sebagai gubernur DKI. Tokoh yang jujur dan selalu bekerja keras ini dikenal dengan gaya blusukannya ke pelosok ibukota. Berbagai penghargaan telah beliau raih, antara lain ia termasuk salah satu tokoh terbaik dalam pengabdiannya kepada rakyat. Sebagai tokoh seni dan budaya, beliau dinilai paling bersih dari korupsi. Namun demikian, usahanya di bidang upah minimum provinsi (UMP) mengalami kendala oleh tindakan buruh yang memanggil kembali perwakilannya saat sidang berlangsung. Buah dari pertemuan tersebut, dewan pengupahan menetakan upah Rp 2,2 juta. 15. Keteladanan Jokowi pada wacana di atas adalah ... a. alumni UGM yang cinta seni dan budaya b. gemar blusukan ke pelosok wilayah c. mengadakan pertemuan dengan dewan pengupahan d. menjadi tokoh seni...

VPS GRATIS 2014 TANPA SYARAT DAN BATAS WAKTU

VPS GRATIS 2014 TANPA SYARAT DAN BATAS WAKTU - Hai . . . bagi para pemburu VPS GRATIS, saya punya kabar gembira untuk kalian. Ada VPS gratis tanpa syarat dan batas waktu. No VCC/CC, No Paypal, dan pokoknya cukup simpel dan praktis untuk mendapatkannya. Spesifikasinya seperti ini: Ane tau apa yang kalian pikirkan setelah melihat spesifikasi VPS nya. Udahh jangan banyak komplain dan banyak permintaan, namanya gratis ya ga selamanya indah. Kalau mau spesifikasi VPS yang ente harapkan, keluarkan dompet ente untuk pakai yang berbayar. Sudah untung dapet layanan gratis yang cukup simpel dan praktis untuk mendapatkannya. Syukurin ya ada dan gratis ini. Langsung saja ya, ane bisikin cara mendapatkannya. LANGKAH 1 Silakan ke sini http://www.vps.me/ atau klik di sini untuk langsung menuju ke halaman order. LANGKAH 2 Geser pilihan paket vps mentok ke kiri hingga tulisan di kotak " Price " menajdi " Free " atau sesuikan dengan gambar di bawah ini. Setelah itu KLIK ORDER! ....